Pemerintah terkait lalay membiarkan masyarakat tidak dapatkan Air bersih.

Bukafaktanews.com – Sukabumi, ratusan warga di Kp. Cikujang, Desa Gunung Guruh Kecamatan Gunungguruh Kab. Sukabumi memanfaatkan air irigasi untuk kebutuhan rumah tangga ,seperti mandi, cuci pakaian cuci piring bab dan cuci beras pun menggunakan air irigasi tersebut.

Bahkan menurut keterangan kepala Dusun setempat, (M. Ruswandi) aktivitas warga ini sudah berjalan puluhan tahun lamanya. Selama itu pula berbagai jenis penyakit kulit menyerang warga.

“pembangunan sumur untuk warga minimal harus memiliki kedalaman kurang lebih 50 meter. Dan belum semua warga memiliki sumur dan sebagian warganya memanfaatkan aliran air sungai sebagai pemenuhan aktifitas masyarakat. dan masyarakat juga tidak memiliki bank sampah sehingga sampah masyarakat banyak yang dibuang ke aliran sungai,” pungkas Kepala Dusun kepada awak media. Sabtu, (30/08/25).

Menurutnya ada 150 KK dari 3 RT di wilayahnya yang menggunakan air sungai untuk keperluan sehari-hari. “Hampir 80% warga menggunakan air selokan,” jelasnya.

Saat ini warga berharap usulan yang seringkali diajukan melalui pihak desa setempat untuk sarana prasarana penyediaan air bersih cepat dikabulkan pemerintah daerah. “Inginnya sih dibangunkan penampungan mata air unyuk disalurkan ke tiap rumah warga, karena kalau dibiarkan aliran sungai akan semakin tercemar dan tidak bisa dimanfaatkan lagi oleh masyarakat,”

saat ini warga menggandeng Aliansi Pelestari Lingkungan Sungai Rakyat (APELSURA) mulai menata aliran air Sungai untuk dikembalikan ke habitatnya dan dijadikan objek wisata kearifan Lokal oleh masyarakat. Dan membuat aliran air bersih untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Rencanyanya kami akan menata ulang tempat ini dan akan menjadi tempat wisata kearifan lokal. “Inginnya sih ada bantuan untuk Membangun MCK, membuat Sanitasi Air Bersih yang bersumber dari mata air wilayah Kp. Cikujang yang belum termanfaatkan oleh masyarakat sekitar, dan membuat bank sampah yang bisa di olah menjadi pupuk organik serta membuat tempat rekreasi baru sebagai sarana menambah pendapatan bagi warganya.

Disisilain Menurut joey nirwana, selaku ketua apelsura diperlukan perhatian oleh berbagai pihak, maka dibentuklah Gerakan Tata Lingkungan yang dibentuk pada tanggal 21 Agustus 2025, dimana pada tahap pertama gerakan adalah , membentuk pribumi wilayah aliran, sebagai upaya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap wilayah aliran. Bahwa aliran merupakan sumber kehidupan. Dan semoga dengan aktifnya irigasi cipendeuy sebagai arena edu-eko-wisata dapat turut serta meningkatkan taraf perekonomian masyarakat setempat. Tutupnya.

A1/ib

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *